Minggu, 03 November 2019
seharusnya ku malu
kadang diri ini so' suci...
padahal Allah masih baik
yaa
menutup aib-aib ku.
ntah apa yang akan terjadi
jikalau aib-aib sendiri tak Allah jaga
maka tak akan ada manusia
ataupun makhluk Allah lain yang menemani
munafiknya diri ini...
di lihat orang lain suci
padahal bermaksiat
tatkala "merasa" sendiri
andaikata setiap dosa memiliki tanda
bisul misalnya,
maka, kulit ini tak akan ada yang bersih
sekalipun diobati, ada bekas luka diri
Maksiat, Tobat
Tobat, Maksiat
Maksiat, Tobat
Tobat, Maksiat
begitu alur kehidupan manusia biasa
yaaa biasa bermaksiat dan bertaubat dst...
seharusnya aku malu....
ya Allah, tak ada daya untuk menghindari maksiat ini
kecuali adanya pertolongan darimu..
dan ya Allah, tak ada upaya kekuatan untuk menunaikan setiap ibadah
kecuali atas kehendak dan pertolonganmu...
oleh karena itu ya Allah...
berikan hamba ridha mu, pertolnganmu,
kekuatan tuk mengemban setiap amanah
dari mu dan dari Rasulmu Muhammad Saw.
Senin, 30 September 2019
Bukan Maksudku
Huh.....
Gak kepikiran,
akan bagaimana nantinya dia,
ketika langkah awal membiarkan sahabat sendiri tuk memulainya...
yaa, mungkin risih, pasti,??
karena ku yakin,
kau tak terbiasa dengan kondisi seperti ini,
atau entah bagaimana.
Maaf,,
Bukan Maksudku,
Mengganggu kenyamananmu
Maafkan sahabatku,
maafkan aku,
yakinlah...
Ini hanya gurauan sahabat
entah apa yang akan terjadi kedepannya
tak pernah tau,
belum pernah direncana,
Maaf,.
Bukan Maksudku,
Mengganggu kenyamananmu
Yakinlah,
Aku biasa saja sepertimu
ku pun tak bisa menyalahkan siapa,
karena ku sudah berusaha mencegah
sahabatku melakukannya
ku harap kau pahami itu
Maaf,.
Bukan Maksudku,
Mengganggu kenyamananmu...
wahai diri....
engkau adalah laki-laki...
yang ditunggu tuk memberi pasti.
bukan memberi harap yang sunyi,
tak perlu hari ini, mungkin nanti.
saat kau siap tuk memulainya sendiri,
Cukup...
fokus dulu Tholabul ilmi,
agar kehidupan tercukupi
akhirat bahagia pun akan menanti.
dan sekali lagi.............
Bukan Maksudku,
Gak kepikiran,
akan bagaimana nantinya dia,
ketika langkah awal membiarkan sahabat sendiri tuk memulainya...
yaa, mungkin risih, pasti,??
karena ku yakin,
kau tak terbiasa dengan kondisi seperti ini,
atau entah bagaimana.
Maaf,,
Bukan Maksudku,
Mengganggu kenyamananmu
Maafkan sahabatku,
maafkan aku,
yakinlah...
Ini hanya gurauan sahabat
entah apa yang akan terjadi kedepannya
tak pernah tau,
belum pernah direncana,
Maaf,.
Bukan Maksudku,
Mengganggu kenyamananmu
Yakinlah,
Aku biasa saja sepertimu
ku pun tak bisa menyalahkan siapa,
karena ku sudah berusaha mencegah
sahabatku melakukannya
ku harap kau pahami itu
Maaf,.
Bukan Maksudku,
Mengganggu kenyamananmu...
wahai diri....
engkau adalah laki-laki...
yang ditunggu tuk memberi pasti.
bukan memberi harap yang sunyi,
tak perlu hari ini, mungkin nanti.
saat kau siap tuk memulainya sendiri,
Cukup...
fokus dulu Tholabul ilmi,
agar kehidupan tercukupi
akhirat bahagia pun akan menanti.
dan sekali lagi.............
Bukan Maksudku,
Kamis, 05 September 2019
Butuh Perhatian?
hello Guys,..
Assalamu'alaikum wr.wb..
yuhuu, kali ini saya ingin sedikit berbagi kisah,
bukan kisah juga sih, hanya saja saya melihat ada banyak fenomena (bener gak tulisannya tuh?), orang-orang yang butuh perhatian.. hemmm hayoo ngaku kaliaann, wkwkwk...
Perhatian adalah salah satu bentuk kasih sayang seseorang terhadap seseorang, ketika seseorang sudah memerhatikan orang lain, memberikan perhatiannya, hmmmmm berarti orang itu menyimpan rasa ataupun suatu minat,. yaaaaaang bisa jadi rasa itu adalah bentuk kasih sayangnya.
contoh misal Orang tua kita,. pernah kah kalian ngitung berapa banyak perhatiannya kepada kita? berapa kali mereka memerhatikan kita? walaupun mungkin secara tidak langsung disampaikan dengan bentuk marah-marah, yang kita anggap bahwa orang tua itu tidak memahami kita, tidak ngertiin kita... hhmmmm bisa jadi kita yang tidak mengerti bahasa pengertian atau perhatian kasih sayang dari orang tua,.
Nah, ada lagi nih perhatian yang mungkin hanya sebagian orang yang merasakannya.. yooo kok bisa? iyaaa bisa lah, suka-suka saya. hihihi..... mereka-mereka yang saat ini sedang meranjak tumbuh dewasa terkadang saling memerhatikan satu sama lain loh, hmmm ciee ciee... mau dong diperhatikan juga. wkwkwk,,, canda hey.. ada yang langsung secara terang-terangan, ada juga yang diem-diem ternyata cie-cie juga. melihat demikian saya sih mewajarkannya, apalagi di zaman sekarang ini efek dari budaya eropa dan barat sangat kuat seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasi... (nyambung gak yaa alasannya?).
Tapi guys, kadang saya menemukan beberapa orang yang secara tidak langsung seperti kekurangan perhatian, dalam sudut pandang saya ketika sekilas melihat status-status postingan dan yang lainnya memang demikian (butuh sekali banyak perhatian dari orang lain). Ok lah wajar butuh perhatian, tapi kan (pikir saya) gak harus sampai nyari-nyari perhatian ke banyak publik secara berlebihan jugaa.... pernah gitu? saya dulu sih kayaknya pernah, merasaaa kesepian gitu sih. karena kurang kegiatan yang positif kali ya.. wkwkwk,,. jadi caper deh (cari perhatian).. kalo sekarang masih gak ya? mudah-mudahan ndak yaa.. aamiin.... sekalipun masih iya, yaa setidaknya mungkin masih dapat terkontrol dengan baik.
Bukan berarti saya menganggap aneh dengan hal tersebut, justru ketika ada orang yang tak butuh perhatian dari orang lain saya rasa orang itu yang sedikit aneh.. entah apa prinsip yang ia gunakan, tapi saya tetap yakini bahwa dalam hati kecilnya ada rasa ingin diperhatikan juga..
Poin yang ingin saya sampaikan sebenernya kita sudah ada yang memerhatikan kok, tenang aja. jangan khawatir tak ada yang memerhatikan kita, jangan khawatir tak ada yang pengertian kepada kita, jangan khawatir kekurangan perhatian...
Hampir setiap hari, setiap jam bahkan setiap detik tanpa kita sadari, atau terkadang kita juga sadar bahwa ada yang memerhatikan kita, yups. Allah memerhatian kita guys. Allah memberikan perhatian penuh kepada kita, Allah sangat jeli melihat semua apa yang kita lakukan. bahkan tanpa kita berucap pun, tanpa harus updet status pun, Allah sudah tau apa yang ada dalam hati kita.. ditambah lagi Allah memberikan 2 Malaikat pencatat amal baik dan buruk di setiap manusia yang pasti malaikat itu pun memerhatikan setiap gerak gerik kita. walaupun malaikat itu tak pernah ngechat kita yaaa saya rasa cukup untuk menemani sendirinya diri ini. mengontrol diri ini dari hal-hal yang dilarang oleh Allah,. dan yang harus kita pahami sekarang, ternyata kita itu tak pernah sendirian (pada hakikatnya)..
Hayooooo....,
Siapa yang dapat mengalahkan perhatiannya Allah kepada kita? Si doi? hemmmm yang tiap hari ngucapin selamat pagi, trus nanya sedang apa?, trus nanya udah sarapan apa belum? nyuruh mandi, jaga kesehatan, ngajak makan, dll. (kok hapal sih?), sebagian pengalaman juga, hehehe..)) hussst......, Jauh dari itu semua Allah telah memberikan semuanya kepada manusia Guys.. tinggal dari diri kita memahami dan mensyukurinya saja ok.
"(Tapi kan Manusia butuhnya perhatian Manusia lagi, kalo lagi sakit, trus lagi sedih, lagi ini itu dll..))
yups saya memahami hal tersebut,.. saya hanya ingin membangun sedikit pola pikir bahwa kita jangan pernah galau, jangan sedih, jangan khawatir karena tak ada manusia atau seseorang yang memberikan perhatian kepada kita, tak ada orang yang memerhatikan kita saat kita kesusahan, dilanda kesedihan dll. Yang haru diingat bahwa ada Allah dan malaikat-malaikatnya yang selalu memerhatikan kita, memberi kasih sayangnya kepada kita,. Maka yang harus kita lakukan adalah menjaga agar perhatian Allah tetap ada, jangan sampai Allah murka kepada kita,. Cukuplah untuk tidak mencari perhatian lebih kepada manusia, lebih banyaklah mencari perhatiannya Allah SWT. yang menciptakan langit bumi dan seisinya ini. mungkin pola pikir saya hanya diterima oleh beberapa orang saja (dan itu pun sangat wajar). setiap orang punya pendapat dan pemikiran yang berbeda.. tapi kita akan tetap satu jua, Bhineka Tunggal Ika. heheheh....
Makasih Guys, semoga bermanfaat.. khususnya untuk saya pribadi dan umunya untuk kita semua..
Wassalamu'alaikum wr.wb........
Selasa, 03 September 2019
Pulang Kampung
Pernah pulang kampung????
hmmm bersyukur yang pernah dan bisa merasakan pulang kampung,. dan bersyukur juga bagi yang tidak pernah pulang kampung karena memang ia menetap di kampungnya itu...
iya gak sih?
yaa apa coba.? hehehehe
Bagi yang pulang kampung pasti ada banyak sekali yang harus dipersiapkan, mulai dari awal mikir-mikirin transportasi, mobil pribadi kah? angkutan umum kah? motor? atau mesen tiket pesawat kah? kereta kah.?, trus mempersiapkan bekal-bekal untuk selama diperjalanan, obat-obatan, cemilan, sampai alat bebersih diri (bagi yang amat jauh), belum lagi mikirin barang bawaan untuk hadiah atau oleh-oleh untuk keluarga yang di kampung, nenek kakek mertua dan orang-orang deket lainya. hemmmm riweuh kan yaa.?? Tapi, justru disitulah momen-momen yang nikmatnya... bersyukurrrrrr guys. heheh. ketika kita sampai ke kampung halaman, maka disanalah kita mengingat masa kecil kita, bertemu dengan orang-orang yang kita cintai dan mereka pun mencintai kita, melapas rindu yang terpendam, berbagi kisah dengan keluarga dan bahkan dengan istri anak cucu (bagi yg sudah punya keluarga kecil). hemm kebetulan saya belum punya, eh,.. wwkwkwk.
Dan harus disyukuri juga bagi yang tidak pulang kampung, lebih hemat biaya hidup kan? atau mungkin malah rumahnya yang didatangi banyak orang dari luar sana. hehehe... misal kaya daerah-daerah wisata pantai atau yang lainnya, tiap momen liburan panjang apalagi Lebaran idul fitri pasti banyak orang yang berkunjung kesana. naaaah jadi? bersyukur oke, heheheh...
Tapiiiiiiiiiiiiii...........................
Tau gak Guys? sebenernya kita semua nanti akan pulang kampung kok. iya, tak terkecuali. tak hanya yang punya uang saja, tak hanya orang-orang perantauan saja, tak hanya orang-orang yang punya keluarga di daerah tertentu saja... semuanya kita akan pulang kampung guys. selow,, hehehe,. tapi pulang kampung yang ini jangan terlalu selow juga,. kita tetap harus mempersiapkannya...
Mungkin sebagian dari kita ada yang melupakan kampung halamannya, ada juga yang kadang inget kadang enggak, ada juga yang inget tiap hari (bagus ini nih).... yaaaaps, kampung halaman kita adalah tempat diciptakannya nenek kakek kita dahulu, manusia pertama Nabi Adam a.s dan pasangannya Hawa. yakni Surga nya Allah SWT.
1 pertanyaan bodoh yang nanya pun pasti sudah tau jawabannya,, ingin masuk surga?? hahaha yaa ingin lah, siapa yang gak ingin surga? wong itu kampung halaman kita kan...
Lantas, seberapa besar rindu kita kepada kampung halaman yang ini (surga)? sudah siapkah kita pulang kampung yang sebenarnya? apakah kita sudah memikirkan tentang pulang kampung yang ini? sudahkah kita punya bekal yang cukup untuk diperjalannya? sudah menyiapkan oleh-olehnya? hmmmmmmmmmmmm
ada info nih...
Bahwa kampung halaman ini beda Alam loh, heheh iya, dia ada di alam akhirat, dan jalan untuk menuju kampung halaman ini adalah kematian guys, dan itu adalah satu hal yang pasti yang sudah Allah janjikan bahwa "tiap-tiap yang bernyawa pasti akan mati". sekalipun itu malaikat Izrail yang tugasnya mencabut nyawa manusia, ia pun akan dicabut nyawanya. oleh siapa? yakni oleh Allah yang maha kuasa. ....... sudah siapkah kita untuk mati? jika belum? hemmm maaf untuk yang ini tak ada toleransi guys, karena kita tak perlu repot-repot mesen tiket, heheh,, karena memang sudah kehendak Allah. jadii siap gak siap harus dan wajib untuk mempersiapkannya,,,..
Lalu, masihkah diantara kita ada yang takut akan kematian? kenapaa?? seharusnya kita bahagia, iya gak sih?. karena kita akan pulang ke kampung halaman, bertemu dengan yang menciptakan kita, dengan Rabb yang mencintai kita dengan Rahmaan dan Rahiim nya, meninggalkan Dunia yang penuh dengan kesulitan menuju Surga yang penuh dengan kenikmatan.... kenapa harus takut? bahkan yang sudah meninggal saja mendapat gelar (almarhum) jika kita terjemahkan artinya adalah "semoga Allah merahmatinya" dan itu adalah doa, bahwa kita akan kembali kepada rahmat dan kasih sayang Allah yang 99% tidak Allah berikan di dunia, (karena nikmat yang Allah berikan ke alam dunia ini hanyalah 1% nya). jadiii kenapa harus takut akan kematian? dan itu adalah jalan yang memang harus dilalui untuk pulang kampung ini.
Memang jalannya berlika-liku sekali guys.. makannya kita harus mempersiapkannya dari sekarang.. sekarang pisan kaya tiup lilin (sekarang jugaaa, sekarang jugaaaa.... (lagu ulang tahun tea)) hehehe.. Biaya untuk kesana murah guys, tapi gak gampang juga,. hanya perlu Islam yang beriman, bertakwa, beramal shaleh,. iya, tinggal nurutin perintah Allah dan menjauhi larangannya.. itu aja Insya Allah sangat cukup untuk bekal ke kampung halaman, dan oleh-oleh untuk dihidangkan kepada diri sendiri, sebagai balasan atas kebaikan dan keikhlasan kita di sini (dunia).
yups, dunia adalah tempatnya kita menanam, tuk memanennya kelak di akhirat,. sekecil apapun yang kita tanam, pasti kita akan menikmatinya, jika itu kebaikan,,,, pun halnya sebaliknya.
yaa saya memahami betul, dan termasuk saya yang mungkin masih ada rasa takut akan Mati,. karena belum siap perbekalan yang cukup, merasa cinta yang berlebihan terhadap dunia sehingga berambisi keras seakan kita akan hidup selamanya..... saya rasa cukup sampai disini, pemikiran-pemikiran yang terlalu berambisi yang hanya bertujuan untuk dunia saja tanpa ada nilai-nilai yang bertujuan akhirat..,,,
Tau gak guys? semua perbuatan kita ini bisa bernilai ibadah, dimulai dengan niat niat niat... baca bismillah dan niatkan untuk beribadah kepada Allah. dalam hal apapun. dengan catatan yaa takwa (menjauhi laranganNya dan menjalankan perintahNya). mulai dari bangun tidur baca doa, bersyukur karena masih diberi kesehatan, nikmat melihat dll, trus mandi niatkan agar lebih seger dan semangat untuk ibadah yang lainnya, cari nafkah niatkan ibadah juga, belajar menuntut ilmu, ketika makan dengan doa dan niatkan agar lebih kuat lagi dalam ibadah yang lain, sampai kita tidur lagi, bahkan ketika tidur pun bisa jadi bernilai pahala jika tidurnya sesuai dengan sunnah Rasul SAW. berdoa, baca surat-surar 3 Qul, Ayat Qursi dll... hmmmm itulah beberapa peluang yang bisa kita manfaatkan untuk mempersiapkan pulang kampung kita guys.. disamping sedekah, shalat, baca Quran, berhaji dan Umrah, Zikir tiap detik (walau hanya dalam hati) dan yang lainnya..
Tapi yang harus kita inget lagi guys, kita punya musuh nih.... dia cerdas, hemmm yaaps dia juga alumni Surga looh, heheh, dia selalu nyari temen buat nemenin dia di Neraka, naudzubillah tsumma naudzubillahi min dzaalik,. yaa ia adalah Setan (Syaithon). godaannya amat luar biasa besar, berat, ia menggoda dengan sesuatu hal yang kita senangi, yang kita sukai, yang kita cinta.
contoh..... ketika kita mau baca Quran, eeeehh ada yang ngajak makan gratisssssan, hemmmmmm. pilih mana guys? kalo baca Quran dulu nanti gak jadi makan gratissnya, dan kebetulan kiita gak punya uang lagi. hahahah............. yaa mungkin itu mah contoh aja. intinya kita harus paham dengan karakter-karakter si Setan ini guys. mudah-mudahan iman kita semakin kuat dan kita mampu melawan musuh kita ini.. Oh iya, godaan lainnya adalah hawa nafsu dalam diri kita sendiri guys.... maka kita harus pintar-pintar juga mengolah diri dan hati. Insya Allah....
Info lain boleh?
Saya minta doanya (minimal bacakan Surat Al-Fatihah yang di khususkan untuk kaka saya), Qodarullah Allah sudah ingin menemuinya di kampung halaman. namanya "Atmaja Utama bin Arsad" beliau kakak saya yang ke-5, tanggal 3 September 2019 kemarin beliau dipanggil Allah SWT, salah satu wasilahnya karena sakit, info terakhir yang saya dapatkan dari keluarga adalah beliau kena penyakit Liver (pun halnya kata dokter di RS Cileungsi-Bogor).. iyaaa saya tak tahu apa-apa sebelumnya karena saya masih di Mesir (dengan waktu kepulangan 15 hari lagi). sehingga tak bisa mengikuti proses pengurusan jenazah beliau. sedih? iya pasti, sangat merasa kehilangan. namun kembalikan lagi kepada konsep awal....., mudah-mudahan Allah memudahkan perjalanan beliau sehingga kelak kita bisa berkumpul kembali di kampung halaman yang sama. aamiin ya Allah aamiin,.. saya berharap keluarga saya pun terutama ibu dan bapak dan kakak-kakak saya yang lainnya, serta 2 anak dan 1 istri beliau dapat memahami konsep kematian ini, sehingga tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan dapat mengambil pelajarannya,,,. terimakasih saya ucapkan atas doa-doanya dari yang membaca ini.. mudah-mudahan Allah mengabulkan doa-doa kita semua, dan menjadikan mati kita mati yang husnul khatimah.. Aamiin ya Allah ya Rabbal'alamiin,,,,..
Panggil aku?
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,,...??
(dah di jawab belum?) jawab salam lebih wajib lohh daripada memberi salam,, hehehe
nah gitu dong,.. sipsip...
kali ini penulis mau diskusi dengan pikiran dan hati, eaaaaaaa.. tentang sebutan untuk menunjukkan diri sendiri,
yaa cape pake bahasa diri sendiri dengan sebutan "penulis". mau ganti ah., enaknya apa yaa? Aku, Saya, Ane, atau apa nih.??
kalo "aku" mah asaaa gimanaaa gitu. wkwkwk... kayak ke cewe-cewean gitu kan,,,.
kalo " Saya"? terlalu formal gak si?
kalo pake Ane? kaya arab-arab gitu kan... hehehe keren tapi.
Gua?? hmmmm gak banget deh penulis pake bahasa gua, bukan orang Betawi Guys. eh bener gak? wkwkwk
mmmmm gimana kalo saya aja? plin-plan kan.. yaa gpp sih,
saya mah kan bisa formal dan bisa juga nggak.. hihih. lagian kita belom kenal deket, jadi saya anda saja, jangan aku kamu, takut baperrr........ hahahahah
oke guys, saya mulai percaya diri dengan sebutan saya ini,
bahwa saya adalah sayaaaaaa.. saya adalah diri saya sendiri.
sip..
lantas? ketika saya ngobrol dengan yang baca tulisan ini,. hmmm saya sebut kalian tetap dengan sebutan sama ya, (kadang nyebut kamu *untuk kondisi tertentu, eaa., kadang nyebut kalian, anda, atau Guys). oke sepakat.?
Alhamdulillah,,,
Syukran Guys..................
(dah di jawab belum?) jawab salam lebih wajib lohh daripada memberi salam,, hehehe
nah gitu dong,.. sipsip...
kali ini penulis mau diskusi dengan pikiran dan hati, eaaaaaaa.. tentang sebutan untuk menunjukkan diri sendiri,
yaa cape pake bahasa diri sendiri dengan sebutan "penulis". mau ganti ah., enaknya apa yaa? Aku, Saya, Ane, atau apa nih.??
kalo "aku" mah asaaa gimanaaa gitu. wkwkwk... kayak ke cewe-cewean gitu kan,,,.
kalo " Saya"? terlalu formal gak si?
kalo pake Ane? kaya arab-arab gitu kan... hehehe keren tapi.
Gua?? hmmmm gak banget deh penulis pake bahasa gua, bukan orang Betawi Guys. eh bener gak? wkwkwk
mmmmm gimana kalo saya aja? plin-plan kan.. yaa gpp sih,
saya mah kan bisa formal dan bisa juga nggak.. hihih. lagian kita belom kenal deket, jadi saya anda saja, jangan aku kamu, takut baperrr........ hahahahah
oke guys, saya mulai percaya diri dengan sebutan saya ini,
bahwa saya adalah sayaaaaaa.. saya adalah diri saya sendiri.
sip..
lantas? ketika saya ngobrol dengan yang baca tulisan ini,. hmmm saya sebut kalian tetap dengan sebutan sama ya, (kadang nyebut kamu *untuk kondisi tertentu, eaa., kadang nyebut kalian, anda, atau Guys). oke sepakat.?
Alhamdulillah,,,
Syukran Guys..................
Munafiknya diriku
11.56, Mesir.
Setelah lama penulis gak buat tulisan di blog sendiri, rasanya ada yang kurang. Dengan niat awal ingin ada minimal 1 tulisan setiap minggunya ternyata belum kesampean. hehehe... Sok sibuk emang yaaa...
Melihat temen-temen yang lain yang semangat nulisnya lebih tinggi, dan setelah baca tulisan mereka, alhasil penulis kembali bangkit untuk mengisi kekosongannya di malam hari (walaupun sebenernya emg banyak tugas lain) wkwkwk,,, tapi entah kenapa meluangkan perasaan menjadi asa melalui tulisan ini membuat penulis lebih senang. ketimbang harus nunggu si dia memahami kondisi penulis.... ea ea ea.. dia yang mana yaa? hmmmm wkwkwk, canda guys..
Tulisan kali ini penulis ingin sedikit curhat nih, tentang munafik.....
hemmmmmmmmm kalian sering kan jadi orang munafik?, aaiwah jujur lah... yaa penulis mah merasa wajah ini banyak kemunafikan. huft,. tapi mudah-mudahan Allah memahami makna munafik yang dimaksud penulis, heheheh...
yaa memang, dalam Islam telah banyak dijelaskan tentang munafik,,, ada ciri-cirinya juga loh,. hemm sesuai hadits Nabi SAW ciri orang munafik itu minimal ada 3, apa aja Guys... inget gak? pelajaran waktu di MI nih (setingkat SD)... yupsss... yaituuuu apabila ia berbicara ia dusta, apabila berjanji ia ingkar, dan apabila ia diberi amanah ia berkhianat.. naah hati-hati yaa kawan.... ciri lainnya ada juga yang menyebutkan bahwa orang munafik itu ciri-cirinya adalah malas beribadah, ria (ingin dilihat dan dinilai orang lain) dll deh,.. hehehe, maaf pengetahuan penulis masih terbatas... :D
Tapiiiiiiiiii,.... yang penulis ingin tanyakan, boleh gak sih kita munafi dalam beberapa hal?
atau karena emang niatnya ingin membahagiakan orang lain. yaaa orang-orang sekitar kita gitu...
karena beberapa waktu ini banyak kemunafikan yang sering penulis lakukan.. hmmmm mungkin lebih tepatnya (pura-pura) kali yaa...
misal, pura-pura seneng lah, pura-pura biasa aja lah ketika barang kesayangannya di hilang, rusak atau ada yang makai tanpa izin, wajarrrrr kali yaaa... dan lain-lain deh. duuuh rasanya diri ini banyak pura-pura dan aakah ini beneran munafik yang Islam larang yaa.?
Iya, niat penulis adalah memberikan kebahagiaan kepada orang lain. walaupun sebenernya diri sendiri merasa tersiksa atau tersakiti atau terlarang.... hmmmmmmm trus itu ikhlas gak.? yaaa karena udah terbiasa demikian, penulis mulai paham dan ikhlas laaah guys.. biar jadi nilai ibadah juga. aamiin.. heheh...,. tapi entah lah orang lain beranggapan seperti apa terhadap kemunafikan ini.
Mungkin dari kalian juga punya kemunafikan-kemunafikan dengan maksud tertentu.... seperti halnya yang penulis rasakan.
hmmmmm udah dlu ah momen ngacapruk malam ini........ penulis ingin bahas yang lain. wwkwkwk
Kamis, 18 April 2019
Cinta Adalah
Satu kata yang memiliki pengaruh amat besar di muka
bumi ini, yakni Cinta. Cinta dapat dirasakan, tetapi sulit untuk didefinisikan.
Persis seperti marah atau sedih dan gembira atau senang. Setiap orang
kadangkala ia marah, dan pada saat yang lain ia bersedih. Sekalipun memahami
ada marah dan sedih, definisi keduanya amatlah sulit. Begitu pula cinta. Yang
dapat kita tangkap oleh indra secara langsung adalah penampakannya atau mazhahirnya.
Mungkin bisa jadi cinta itu tak mampu didefinisikan.
Banyak orang yang berdefinisi sesuai dengan
keinginannya, ada yang mengatakan cinta adalah kasih sayang, cinta itu buta,
cinta adalah kebahagiaan dan lain sebagainya. Lantas, apa arti atau makna cinta
yang sebenarnya?
Mengenai cinta atau yang dalam bahasa Arab dikenal Mahabbah
berasal dari kata Ahabba-Yuhibbu-Mahabbatan, yang secara bahasa
berarti mencintai secara mendalam, kecintaan, atau cinta yang mendalam.
Menurut al-Qusyairi dalam kitab Al-Kasyfu
wal Bayan, menjelaskan bahwa cinta adalah suatu hal yang mulia. Allah Yang
Maha Suci yang menyaksikan cinta hamba-Nya dan Allah pun memberitahukan
cinta-Nya kepada hamba itu. Allah menerangkan bahwa Dia mencintainya. Demikian
juga hamba itu menerangkan cintanya kepada Allah Yang Maha Suci.
Dalam pandangan al-Junaid, mahabbah didefinisikan
sebagai “kecenderungan hati pada Allah swt., kecenderungan hati pada sesuatu
karena mengharap ridlo Allah tanpa merasa diri terbebani, atau menaati semua
yang diperintahkan atau dilarang oleh Allah, dan rela menerima apa yang telah
ditetapkan dan ditakdirkan Allah. (an-Naisaburi,
1998, p. 479)
Mengenai pendapat-pendapat para ulama-ulama sufi
tentang cinta, sebagian dari mereka mengatakan bahwa cinta adalah kecenderungan
yang abadi dalam hati yang dimabuk rindu. Dikatakan bahwa cinta mendahulukan
kekasihnya dari pada semua yang menyertainya. Dikatakan pula bahwa cinta setia
kepada kekasih, baik ketika berhadapan dengannya atau tidak. (an-Naisaburi, 1998, p. 478)
Mahabbah (kecintaan)
Allah kepada hamba yang mencintai-Nya itu selanjutnya dapat mengambil bentuk
iradah dan rahmah Allah yang diberikan kepada hamba-Nya dalam bentuk pahala dan
nikmat yang melimpah. Mahabbah berbeda dengan al-raghbah, karena mahabbah
adalah cinta yang tanpa dibarengi dengan harapan pada hal-hal yang bersifat
duniawi, sedangkan al-raghbah cinta yang disertai perasaan rakus, keinginan
yang kuat dan ingin mendapatkan sesuatu, walaupun harus mengorbankan segalanya.
Dari beberapa pendapat di atas dapat penulis simpulkan
bahwa mahabbah adalah mengikuti segala perintah Allah dan menjauhi segala
larangannya, serta mengikuti ajaran yang dibawa Rosŭlullah dengan hati yang
ikhlas dan dengan akhlaq orang yang mencintai Allah. Allah berfirman dalam
Surat Al-Imran ayat: 31-32:
قُلۡ إِن كُنتُمۡ
تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ
ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ
٣١ قُلۡ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَۖ فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَإِنَّ
ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٣٢
“Katakanlah: "Jika kamu
(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka
sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.
(Q.S. Al-Imran: 31-32)
Al-Alusi menjelaskan bahwa maksud dari kalimat yuhibbunahu
adalah mereka selalu berusaha mendekatkan diri kepada-Nya dengan mentaati
segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Demikian pula seperti yang
disebutkan dalam QS. Ali Imran ayat 31, kata al-hub dimaknai khususnya di kalangan ulama sufi sebagai sebuah
perasaan yang terkait dengan zat Tuhan dan semestinya seorang pencinta
mencintai Tuhan karena zat-Nya bukan karena pahala-Nya atau kebaikan-Nya karena
cinta tersebut karena kebaikan-Nya menempati derajat yang lebih rendah
dibandingkan dengan cinta karena Zat-Nya.
Secara realitas, dalam kata ‘cinta’
terkandung rasa suka, sayang, terpikat, ingin, rindu, pengharapan, sedih, dan
ingat (Lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia, bagian kata ‘cinta’). Walhasil,
cinta merupakan kecenderungan dan rasa; baik rasa suka, sayang, terpikat,
ingin, rindu, pengharapan, sedih, dan ingat dari pencinta kepada yang dicintai.
Karenanya, berbicara cinta berarti berbicara tentang sesuatu yang terkait
dengan rasa.
Cinta tak dapat dilihat. Hanya tanda-tanda
dan penampakkannyalah yang dapat disaksikan. Cinta tidak dapat berdiri sendiri.
Terdapat beberapa hal terkait dengan cinta tersebut, yaitu (1) yang mencintai (habîb),
(2) yang dicintai (mahbûb), (3) cara mencintai. Cara ini ada dua, pertama, apa yang ada didalam jiwa
secara internal (dâkhil). Kedua,
penampakan lahiriyah yang dapat disaksikan dengan kasat mata (mazhâhir).
Cinta
yang benar adalah cinta yang diberikan oleh yang mencintai kepada yang
dibenarkan untuk dicintai dengan cara yang juga benar, baik internal dalam
jiwanya maupun penampakkannya. Jika dan hanya jika semua komponen tersebut
benar maka cinta akan benar. Sebaliknya, salah satu saja komponen tersebut
rusak atau tidak benar maka cinta pun menjadi tidak benar.
lalu, apa definisi cinta menurut kalian??
Langganan:
Postingan (Atom)